Penyuluhan dan Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 di Gampong Meunasah Blang Sakti.

Acara penyuluhan dan sosialisasi ini merupakan kegiatan awal dari rangkaian program PTSL 2019. Acara ini dihadiri oleh Tim PTSL Kabupaten Pidie, Tuha Peut Gampong (TPG), Keuchik, Tokoh Masyarakat, Masyarakat umum.

Adapun susunan acara pada penyuluhan dan sosialisasi ini yaitu pembukaan, sambutan Keuchik Gampong Meunasah Blang Sakti, Penyuluhan dan sosialisasi oleh tim dari BPN. Setelah pemaparan materi, dibuka sesi tanya jawab yang dipandu langsung oleh ketua tim dari BPN, dan acara terakhir yaitu penutup.

Dalam sambutannya, Bpk Mustafa selaku Keuchik Gampong Meunasah Blang Sakti menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPN atas kesempatannya untuk kegiatan penyuluhan PTSL 2019 di Gampong Meunasah Blang Sakti , karena tidak semua Gampong khususnya dalam kecamatan sakti ada kegiatan PTSL di tahun 2019 ini. selain itu, Keuchik juga menghimbau dan mengajak warga untuk mengikuti program PTSL 2019, Hal ini dikarenakan belum tentu ditahun 2020 dan setelahnya akan ada program yang sama atau yang semisal dengan itu di Gampong Meunasah Blang Sakti.

Adapun Tim BPN Kabupaten Pidie dalam penyuluhannya menjelaskan secara teknis syarat dan pelaksanaan program PTSL 2019. hal yang ditekankan adalah tanah yang bisa didaftarkan dan diproses dalam PTSL ini adalah tanah kategori K1 atau yang memenuhi syarat. atau dengan kata lain tanah yang tidak bermasalah. Selain warga, Pemerintah Gampong juga diminta untuk mendaftarkan tanah kas Gampong dalam program ini, agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari tentang tanah Gampong. Beliau juga menghimbau agar warga memperhatikan patok yang dijadikan batas tanah agar sesuai dengan aturan yang ada, semisal dengan patok beton atau patok besi untuk menghindari rusaknya patok atau batas.

Warga antusias dalam kegiatan penyuluhan ini terlihat banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi tanya jawab. Antara lain warga bertanya tentang bagaimana jika ingin memecah tanahnya yang belum bersertifikat untuk beberapa anaknya dan sisanya diwakafkan. Adapula yang bertanya apakah bisa untuk mensertifikatkan atas nama lembaga, dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan ini terjawab bahwa program ini bisa dilakukan untuk memecah tanah selama tanah tersebut belum bersertifikat, dan bisa tanah tersebut didaftarkan atas nama lembaga. Adapun persyaratannya akan disampaikan lebih lanjut. (admin/bach).

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan